Gegap gempita pesta pemilu tahun
ini sudah terasa dalam beberapa waktu belakangan ini. Dalam beberapa
media telah memuat mekanisme pencalonan baik pileg maupun pilpres yang
akan dilaksanakan serentak diseluruh negeri. Begitu banyak pengorbanan
yang mesti dikeluarkan terutama oleh peserta pemilu, mulai dari biaya
yang sangat besar dikeluarkan dari APBN ataupun APBD dalam melakukan
pembenahan.
Terlebih bagi
mereka yang memiliki kepentingan dalam hal ini partai politik. Dimana
dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemeilihan anggota legislatif
secara serentak. Hasil pemilihan anggota legislatif menjadi salah satu
penentu dalam memenangkan pilpres tahun ini.
Dari
seluruh rangkaian pesta demokrasi diharapkan pemimpin yang akan
memimpin bangsa ini kearah yang lebih baik. namun terkadang dalam
beberapa kali pelaksanaan pesta demokrasi tidak didapatkan keluaran
sesuai dengan harapan. Salah satu penyebab keluaran yang tidak sesuai
dengan harapan yakni tidak adanya penanaman nilai-nilai kepemimpinan
serta kurangnya perhatian dari calon-calon pememimpin terhadap kearifan
lokal.
Padahal begitu
banyak nilai-nilai kepemimpinan yang patut untuk diaplikasikan dalam
menentukan nasib indonesia kedepannya. Dalam bugis-makassar terdapat
nilai-nilai kepemimpinan di antaranya yakni: 1. Maccai (Cendekia) 2.
Malempu (Jujur) 3. Waraniwi (Berani) 4. Magetteng (Teguh dalam
Pendirian).
Hal tersebut
diatas hanyalah sekelumit nilai-nilai kepempimpinan yang ada dalam
budaya bugis-makassar. Diharapkan nilai-nilai kearifan lokal mampu
menjadi rujukan dalam menentukan sikap memilih pemimpin yang mampu
membawa indonesia kearah yang lebih baik. Bangsa indonesia terbebas dari
sekelumit masalah dan diharapkan ada solusi yang mampu mengentaskan
sebagian besar persoalan yang dihadapi negeri ini. Termasuk
Kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. insya allah.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar